Postingan

Riwayat Hidup dan Perjuangan Sultan Syarif Kasim II

Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II (lahir di  Siak Sri Indrapura ,  Riau ,  1 Desember   1893  – meninggal di  Rumbai ,  Pekanbaru ,  Riau ,  23 April   1968  pada umur 74 tahun) adalah  sultan  ke-12  Kesultanan Siak . Ia dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya  Sultan Syarif Hasyim . Sultan Syarif Kasim II merupakan seorang pendukung perjuangan kemerdekaan  Indonesia . Tidak lama setelah proklamasi dia menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian wilayah Indonesia, dan dia menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah republik (setara dengan 151 juta gulden atau € 69 juta Euro pada tahun 2011). Bersama Sultan  Serdang  dia juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk turut memihak republik. Namanya kini diabadikan untuk  Bandar Udara Internasional Sultan S...

Soal yang Berkaitan dengan Proklamasi Kemerdekaan dan Mempertahankan NKRI dari Ancaman Sekutu

Berikut adalah soal-soal yang dibuat berdasarkan bab 4 dan bab 5: 1. Kapan Jepang menyerah kepada sekutu?  a. 14 Mei 1945  b. 14 Juni 1945  c. 14 Juli 1945  d. 14 Agustus 1945  e. 14 September 1945 2. Kapan Pearl Harbour dibom oleh Jepang?  a. 8 September 1940  b. 8 November 1941  c. 8 Juli 1941  d. 8 Desember 1941  e. 8 Oktober 1941 3. Kapan Batavia jatuh ke tangan Jepang?  a.  5 Maret 1942  b. 6  Maret 1942  c. 7 Maret 1942  d. 8  Maret 1942  e. 9 Maret 1942 4. Kapan Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia?  a. 15 Agustus 1945  b. 15 Setember 1945  c. 15 Oktober 1945  d. 15 November 1945  e. 15 Desember 1945 5. Proklamasi kemerdekaan diadakan di?  a.  Jl. Pegangsaan Timur No. 52  b.  Jl. Pegangsaan Timur No. 53  c.  Jl. Pegangsaan Timur No. 54  d.  Jl. Pegangsaan Timur No. 55  e...

Urutan Peristiwa Setelah Perjanjian Linggarjati Sampai Kembalinya NKRI dari RIS

URUTAN PERISTIWA SETELAH PERJANJIAN LINGGARJATI SAMPAI KEMBALINYA NKRI DARI RIS Perjanjian Linggarjati merupakan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Republik Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatandari pemerintah Belanda dengan jalan diplomatik. Perjanjian itu melibatkan pihak Indonesia dan Belanda, serta Inggris sebagai penengah. Tokoh-tokoh dalam perundingan itu adalah Letnan Jenderal Sir Philip Christison dari Inggris, seorang diplomat senior serta mantan duta besar Inggris di Uni Soviet, yang kemudian diangkat sebagai duta istimewa Inggris untuk Indonesia. Wakil dari Belanda adalah Dr. H.J. Van Mook. Indonesia diwakili Perdana Menteri Republik Indonesia Sutan Sjahrir. Dalam situasi politik yang tidak menentu di Indonesia, Belanda melakukan tekan politik dan militer di Indonesia. Tekanan politik dilakukan dengan menyelenggarakan Konferensi Malino, yang bertujuan untuk membentuk negara-negara federal di daerah yang baru diserahterimakan oleh Inggris dan Austra...